MINAT DAN BAKAT SISWA KE SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ELEKTRONIKA (SMK) KECAMATAN MARGASARI

PROPOSAL PENELITIAN

MINAT DAN BAKAT SISWA  KE SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ELEKTRONIKA (SMK) KECAMATAN MARGASARI
KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH

                                               




Di ajukan Oleh :
Yulianto
5215077536
Pend. Teknik elektrronika 2007

                                                 

PROGRAM STUDI PEND. TEKNIK ELEKTRONIKA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan ridho, rahmat, hidayah dan kemudahan-Nya makalah ini telah selesai meskipun jauh dari sempurna. Peneliti berharap laporan ini, dapat diterima dan bermanfaat bagi semua pihak, khususnya dalam bidang pendidikan.
Selesainya laporan ini tentunya tidak terlepas dari dukungan, pengarahan dan peranan serta doa dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan yang baik ini, praktikan menyampaikan terima kasih kepada :
1.        Allah S.W.T. karena atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga praktikan dapat menyelesaikan laporan ini.
2.        Kedua orang tua praktikan yang telah memberikan semangat, kasih sayang yang tidak terbatas.
Kami menyadari sebagai manusia pasti memiliki kekurangan, untuk itulah apabila dalam penulisan ini terdapat kekurangan, peneliti menerima segala saran dan kritik yang membangun guna kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kami dan pembaca.

Jakarta, Desember 2010
                                                                                                                                   
Peneliti








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Sekolah adalah lembaga formal sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Sekolah dibedakan menjadi sekolah dasar, sekolah lanjutan, sekolah menengah, dan sekolah tinggi. Sekolah menengah yang ada saat ini kebanyakan terdiri dari sekolah umum. Namun, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pemerintah, melalui direktorat pembinaan SMK sedang berupaya meningkatkan jumlah sekolah kejuruan yang ada. Lembaga pendidikan di indonesia dalam UU bisa kita klasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu: sekolah dan luar sekolah, selanjutnya pembagian ini lebih rincinya menjadi tiga bentuk:
 1). informal.
 2). formal
 3). dan nonformal
Sebelum kita melangkah pada pembahasan lebih jauh, tentunya kita harus mengetahui peran masing-masing lembaga secara umum, ketiga klasifikasi di atas dalam pergumulanya di masyarakat memiliki peran yang berbeda-beda, lembaga pendidikan pertama, yaitu informal atau keluarga, ranah garapannya adalah lebih banyak di arah kan dalam pembentukan karakter atau keyakinan dan norma.  Lembaga pendidikan kedua, yaitu formal atau sekolah, peran besarnya lebih banyak di arahkan pada pengembangan penalaran murid. Yang terakhir lembaga pendidikan ketiga, yaitu masyarakat, perannya lebih banyak pada pembentukan karakter sosial
Untuk mendukung program tersebut, maka akan ditelusuri minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMK. Karena untuk menjalankan kegiatan belajar-mengajar, unsur yang harus ada ialah guru dan siswa. Perlu disadari, minat anak untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan menengah berbeda satu sama lain.. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat anak untuk belajar berasal dari dalam diri dan dari luar diri. Faktor dari dalam diri seperti kesehatan, intelegensi, minat dan motivasi, dan cara belajar. Sedangkan faktor dari luar diri seperti: keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan sekitar.
Muchlas Samani (2000:1) mengemukakan bahwa kebanyakan siswa masih menganggap SMK sebagai sekolah kelas dua. Banyak yang beranggapan bahwa siswa SMP yang melanjutkan ke SMK adalah mereka yang tidak tergolong tinggi kemampuan dasarnya, kemudian memiliki ketakutan kalah bersaing dengan teman yang pandai sehingga takut tidak di terima di SMA yang memunculkan persepsi bahwa masuk ke SMA  bukan karena pilihan. Ada juga yang beranggapan bahwa siswa SMP yang melanjutkan ke SMK adalh mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi namun ingin langsung mencari kerja.
Sekolah sebagai tempat dan fasilitas belajar sangat berpengaruh terhadap minat siswa.Keluarga juga memiliki peran besar yang berpengaruh terhadap minat anak. “. Komponen lain yang paling berpengaruh, keluarga dan masyarakat. Keluarga dan masyarakat berperan penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Karena itu, keluarga dan masyarakat harus dapat memberikan contoh baik, karena pada dasarnya seorang anak akan senantiasa mengikuti atau mencontoh orang di sekitarnya. Keluarga merupakan salah satu faktor pendorong minat anak. Keadaan keluarga terutama keadaan sosial ekonomi dan pendidikan keluarga

Bila masuk ke SMA, lulusannya belum bisa diandalkan karena tidak memiliki keterampilan atau keahlian. Lulusan SMA disiapkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sementara  biaya kuliah di perguruan tinggi sekarang mahal dan butuh waktu lebih lama untuk lulus. Sehingga kebanyakan anak yang berasal dari keluarga ekonomi bawah, akan memilih untuk masuk ke SMK.

Sedangkan tingkat pendidikan orang tua yang tinggi, akan mendorong minat anak untuk masuk ke sekolah umum. Karena kondisi keuangan yang lebih baik akibat dari tingginya pendidikan orang tua, sehingga anak lebih berorientasi untuk mempersiapkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi. Dan pilihannya masuk ke sekolah umum, karena sekolah umum mempersiapkan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bukan untuk siap terjun ke dunia kerja.

B.     Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, dapat diidentifikasikan masalah yang ada sebagai berikut:
1.      Apakah pendidikan siswa berpengaruh terhadap minat melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan?
2.      Apakah kondisi ekonomi berpengaruh terhadap kemampuan melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan?
3.      Apakah lingkungan masyarakat berpengaruh terhadap minat melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan?
4.      Apakah lingkungan sekolah berpengaruh terhadap minat melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan?





C.  Pembatasan Masalah
Dari latar belakang masalah dan berbagai permasalahan yang telah diidentifikasi di atas, ternyata terdapat banyak  faktor yang mempengaruhi minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMK. Namun, karena keterbatasan peneliti dalam pemecahan keseluruhan masalah ini, maka penelitian ini dibatasi pada masalah bakat yang di miliki siswa terhadap dunia Elektronika,yang seolah olah terlalu rumit dan menjenuhkan dan juga mahal.

D.  Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: “Kemampuan siswa terhadap bidang Elektronika mempengaruhi minat ke sekolah SMK?”.

E.  Kegunaan Penelitian
1.   Bagi Peneliti
Sebagai upaya untuk dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dengan kenyataan yang ditemui dalam kegiatan penelitian, sehingga menambah wawasan bagi peneliti.

2.   Bagi Mahasiswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi, khususnya bagi mahasiswa Pendidikan Akuntansi serta sebagai sarana penambah wawasan maupun sebagai referensi bagi yang akan meneliti hal yang berhubungan dengan topik sejenis.













BAB II
PENYUSUNAN KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

A.  Deskripsi Teoritis
1.  Konsep Tingkat Pendidikan
Kecerdasan masyarakat dapat dikembangkan melalui pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan non-formal.Pendidikan merupakan faktor penting dalam Lembaga pendidikan di indonesia dalam UU bisa kita klasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu: sekolah dan luar sekolah, selanjutnya pembagian ini lebih rincinya menjadi tiga bentuk: Formal, informal, dan nonformal.
Jalur formal adalah lembaga pendidikan yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi dengan jenis pendidikan:
1). umum
2). Kejuruan
3). Akademik
4). profesi
5). Advokasi
6). keagamaan.
 Pendidikan formal dapat coraknya diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah (pusat), pemerintah daerah dan masyarakat
Pendidikan dasar yang merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah berbentuk lembaga sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat, serta sekolah menengah pertama (SMP)  dan madrasah tsanawiyah (Mts) atau bentuk lain yang sederajat.
Sedangkan Pendidikan menengah yang merupakan kelanjutan pendidikan dasar terdiri atas, pendidikan umum dan pendidikan kejuruan yang berbentuk sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah kejuruan (MAK) atau bentuk lain yang sederajat.
Yang terakhir adalah pendidikan tinggi yang merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah, pendidikan ini mencakup program pendidikan
Untuk menanggulangi permasalahan yang cukup aktual dan meresahkan masyarakat saat ini, seperti pemberian gelar-gelar instan, pembuatan skripsi atau tesis palsu, ijazah palsu dan lain-lain, pemerintah telah mengatur dan mengancam sebagai tindak pidana dengan sanksi yang juga telah ditetapkan dalam UU Sisdiknas yang baru (Bab XX Ketentuan Pidana, pasal 67-71).
2. Konsep Minat Melanjutkan Pendidikan
Minat remaja bergantung pada seks, intelegensi, lingkungan dimana ia hidup, kesempatan untuk mengembangkan minat, minat teman-teman sebaya, status dalam kelompok sosial, kemampuan bawaan, minat keluarga, dan banyak faktor lain.

3.      Hubungan Antara Pendidikan Orang Tua dengan Minat 
Komunikasi orang tua dengan anak memegang peranan penting dalam membina hubungan keduanya, hal ini dapat dilihat dengan nyata, misalnya : membimbing, membantu mengarahkan, menyayangi, menasehati, mengecam, mengomando, mendikte, dan lain sebagainya.
Orang tua yang kurang bisa berkomunikasi dengan anaknya akan menimbulkan kerenggangan atau konflik hubungan, sebaliknya orang tua yang dapat menerima anaknya sebagaimana adanya, maka si anak cenderung dapat tumbuh, berkembang, membuat perubahan-perubahan yang membangun, belajar memecahkan masalah-masalah, dan secara psikologis semakin sehat, semakin produktif, kreatif dan mampu mengaktualisasikan potensi sepenuhnya.
Ketika tingkat pendidikan yang ditempuh orang tua rendah, maka minat anak untuk melanjutkan pendidikan ke SMK akan tinggi. Hal ini disebabkan karena pengetahuan tentang SMK dan kondisi keuangan keluarga yang  kurang mendukung akibat dari rendahnya tingkat pendidikan orang tua itu. Sehingga anak tersebut berminat untuk masuk ke sekolah kejuruan, dengan alasan bisa cepat bekerja begitu lulus dan bisa cepat membantu perekonomian keluarga.

B.  Kerangka Berpikir

Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran yang dialami oleh setiap manusia. Hal ini berlangsung terus-menerus, sebagai suatu proses yang berkesinambungan. Pendidikan yang telah ditempuh oleh orang tua beragam jenjangnya. Mulai dari tidak tamat sekolah dasar, hingga ke perguruan tinggi.
Kondisi ini baik secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi minat anak untuk melanjutkan pendidikan. apakah akan melanjutkan ke sekolah kejuruan, atau ke sekolah umum. Elizabeth B. Hurlock, Psikologi
Minat adalah suatu dorongan dan keinginan dari dalam hati untuk cenderung kepada suatu hal. Minat anak, dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah faktor sosioekonomis. Berbagai komponen yang terdapat dalam faktor sosioekonomis ini, antara lain: penghasilan, pekerjaan, pendidikan, dan gengsi seseorang dalam masyarakat. Minat diartikan sebagai kehendak, keinginan atau kesukaan. Minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan menuju ke sesuatu yang telah menarik minatnya.

C.    Perumusan Hipotesis

Berdasarkan deskripsi teoritis dan kerangka berpikir di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:
“Terdapat hubungan yang positif antara pendidikan orang tua dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke SMK.”






















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah-masalah yang telah peneliti rumuskan, maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sejumlah data yang tepat (shahih, benar, valid) dan dapat dipercaya (reliabel) guna mengetahui hubungan antara pendidikan orang tua dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan  di  kabupaten Tegal, Jawa tengah

B.  Tempat dan Waktu Penelitian
1.      Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2010 secara bertahap, yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pengolahan data.
2.      Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SLTP yang terdapat di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Alasan  pemilihan tempat ini dikarenakan belum adanya penelitian sejenis di daerah ini. Selain itu, adanya program pemerintah dalm hal ini  Diknas untuk menambah unit SMK di daerah-daerah, salah satunya di Kecamatan Margasari, Jawa Tengah.

C.  Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai, yakni ingin mengetahui hubungan antara variabel bebas (tingkat pendidikan orang tua) yang mempengaruhi dan diberi simbol X dengan variabel terikat (minat melanjutkan pendidikan ke SMK) yang dipengaruhi dan diberi simbol Y pada siswa SLTP di Kecamatan Margasari, Jawa Tengah.
Dalam mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian, digunakan kuesioner.

D.  Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SLTP baik Negeri maupun swasta yang berada di Kecamatan Margasari. Mengingat banyaknya populasi yang ada, maka peneliti menetapkan populasi terjangkau yang berjumlah 100 siswa. Populasi terjangkau ini berasal dari siswa kelas 3 SLTP negeri maupun swasta yang berada di Kecamatan Margasari.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling

E.  Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan data primer yang diolah berdasarkan kuesioner yang disebar ke siswa SLTP di Kecamatan Margasari. Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain dan yang akan digunakan oleh peneliti untuk proses lebih lanjut.

1. Tingkat Pendidikan Orang Tua (Variabel X)
a.  Definisi Konseptual
Pendidikan merupakan suatu proses terhadap anak didik berlangsung terus sampai anak didik mencapai pribadi dewasa susila. Proses ini berlangsung dalam jangka waktu tertentu.

2. Minat Melanjutkan Pendidikan ke Sekolah Kejuruan (Variabel Y)
a.  Definisi Konseptual
      Minat  adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.

b.  Definisi Operasional
Minat melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan (SMK) adalah skor yang diukur dengan menggunakan instrumen model skala Guttman’. tentang minat melanjutkan pendidikan ke SMK. Yang bersumber dari keinginan, perhatian, kesenangan, semangat, dan tujuan melanjutkan pendidikan ke SMK.

      c. Kisi-kisi Instrumen Minat Melanjutkan Pendidikan ke SMK
Kisi-kisi instrumen minat melanjutkan pendidikan ke SMK yang disajikan pada bagian ini merupakan kisi-kisi instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel minat melanjutkan pendidikan ke SMK. Dan juga untuk memberikan gambaran seberapa jauh instrumen ini mencerminkan indikator-indikator variabel minat melanjutkan pendidikan ke SMK yang bersumber dari keinginan, perhatian, kesenangan, semangat, dan tujuan melanjutkan pendidikan ke SMK. Dari indikator tersebut dikembangkan menjadi butir instrumen sebanyak 30 butir. Penyebaran butir tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel III. 2
Kisi-kisi instrumen minat melanjutkan pendidikan ke SMK


Variabel
Indikator
Sub Indikator
Minat melanjutkan pendidikan ke SMK
Aspek kognitif




Aspek afektif
1.      Pembelajaran
2.      Keinginan
3.      Keuntungan
4.      Kepuasan pribadi

1. Pengalaman



Data untuk mengisi kuesioner dengan model skala Guttman dalam instrumen penelitian, telah disediakan alternatif jawaban dari butir pertanyaan-pertanyaan. Responden dapat memilih satu jawaban yang sesuai dan setiap item jawaban bernilai 1 atau 0 sesuai dengan jawaban. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:
Tabel III.3
Skala Penilaian Untuk Instrumen Minat Melanjutkan Pendidikan Ke SMK


Pilihan Jawaban
Item (+)
Item (-)
Ya
1
0
Tidak
0
1






















DAFTAR PUSTAKA
Sudjana. Metotoda Statistika. Bandung: Penerbit Tarsito, 2005.
Hurlock, Elizabeth B., Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang
http://www.tugaskuliah.info/2009/12/pengaruh-perhatian-orang-tua-dan-minat.html
http://kangsaviking.wordpress.com/lembaga-pendidikan-sebagai-agen-perubahan/
http://creasoft.files.wordpress.com/2008/04/2minat.pdf
http://maskresno.wordpress.com/2008/01/30/teknik-penulisan-instrumen-pengumpulan-data/
http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASH6314/6daf292b.dir/doc.pdf
http://4putciput.weebly.com/uploads/1/3/5/5/1355290/8324207.pdf

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

irman aras mengatakan...

makasih atas ilmu berbaginya, semoga berkah yah.....

Poskan Komentar

JURNAL SKRIPSI